Dampak Hallyu terhadap perilaku konsumtif


Dampak Hallyu terhadap Perilaku Konsumtif Wanita Indonesia

Hallyu atau biasa dikenal dengan Korean Wave merupakan salah satu pemicu dalam meningkatnya daya beli masyarakat khususnya pada kalangan yang didominasi oleh remaja penggemar drama korea ataupun boyband dan girlband asal Korea Selatan ini. Hallyu atau Korean wave adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global diseluruh dunia yang mana hal ini memicu banyak orang di negara tersebut untuk mempelajari budaya dan bahasa Korea. Pada tahun 2000-an hallyu mulai merebak di Negara Indonesia. Drama korea serta boyband dan girlband pun mulai digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Aktor, Aktris, dan member dari boyband serta girlband dari Korea Selatan ini menjadi salah satu sorotan bagi para penggemarnya. Industri hiburan dari Korea Selatan selain unjuk gigi terhadap kemampuan berakting dan industri musiknya, mereka pun juga menampilkan aktor dan aktris yang memiliki paras rupawan, putih, bersih, dan mulus. Hal tersebut secara tidak langsung mendorong para penggemarnya untuk meniru ataupun memiliki wajah yang rupawan seperti idola mereka. Berbagai cara ataupun metode perawatan dilakukan untuk mendapatkan wajah impian layaknya artis Korea. Tentunya hal tersebut merogoh kocek yang tidak sedikit dan secara bersamaan juga mendorong perilaku konsumtif bagi para penggemarnya.
   Memiliki wajah rupawan layaknya artis korea merupakan impian sejuta umat bagi para penggemarnya. Tak sedikit para penggemarnya pun rela merogoh kocek yang cukup besar untuk mendapatkan wajah yang diidam-idamkan layaknya sang idola. Produk-produk kecantikan asal Korea pun menjadi salah satu opsi utama bagi para K-Popers asal Indonesia. Hal ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Meningkatnya keinginan  masyarakat Indonesia terhadap produk kecantikan baik skincare maupun kosmetik terlihat jelas pada grafik impor yang berasal dari Badan Pusat Statistik yang dibahas oleh salah satu media informasi online yaitu CNBC Indonesia. Kenaikan jumlah impor produk kecantikan yang terbilang cukup besar dari tahun 2016 yaitu 175.48 US Dollar menjadi 226.74 US Dollar pada tahun 2017. Hal tersebut cukup menjelaskan bahwa keadaan daya beli masyarakat indonesia terhadap barang luar negeri cukup besar. Khususnya terhadap produk-produk kecantikan asal Korea. Dari berbagai pihak industri kecantikan asal Korea Selatan ini pun tidak melewatkan potensi besar pasar yang ada di Indonesia yang didukung dengan daya minat pembeli terhadap produk-produk korea. Tentunya hal tersebut tidak terlepas dari peran artis dan member boyband dan girlband di kalangan para penggemarnya.
   Produk-Produk kecantikan asal Korea mulai mengembangkan sayapnya di pasar Indonesia yang menyebabkan masyarakat tertarik untuk mencobanya. Terlihat dari berbagai media informasi online menyebutkan bahwa Industri Kosmetik Korea tertarik akan potensi pasar yang ada di Indonesia dikarenakan “banyaknya permintaan dan potensi pasar yang begitu menjanjikan. Sehingga, kabar ini pun terdengar  terdengar oleh pelaku bisnis kecantikan Korea dan mereka berlomba-lomba menawarkan masing-masing keunggulannya melalui pameran.” Dikutip dari cnbcindonesia.com. dengan masuknya berbagai produk Korea tentunya para penggemarnya pun tertarik untuk mencoba produk kecantikan milik Korea terlebih jika brand ambassador dari produk kecantikan tersebut merupakan idola mereka. Kembali lagi pada minat awal dari para penggemarnya dimana mereka ingin memiliki kulit yang bersih, mulus, dan putih seperti idolanya. Para K-popers ini pun akan cenderung mencoba-coba produk Korea yang diyakini bahwa dapat membuat wajah mereka layaknya idola mereka. Hal ini akan mendorong perilaku konsumtif para penggemar Korea atau biasa disebut K-Popers khususnya pada kalangan remaja.
   Secara tidak langsung Hallyu mendorong sifat konsumtif pada para penggemarnya. memiliki penampilan layaknya artis idola merupakan hal yang didampakan oleh para penggemarnya. dan untuk mendapatkannya tentunya masayarakat penggemar Korea ini pun melakukan berbagai cara agar tampak layaknya idola mereka walaupun harus merogoh kocek yang tidak sedikit.



DAFTAR PUSTAKA
1.      Alien Nuril Wardani. 2013. Pengertian Korean Wave/Hallyu di liennwardani.blogspot.com/2013/03/pengertian-korean-wave-hallyu.html (di akses 24 Januari 2020)
2.      Raditya Hanung.2018. Mau dihambat, ini nilai impor kosmetik di RI di https://www.cnbcindonesia.com/market/20180830161818-17-31039/mau-dihambat-ini-nilai-impor-kosmetika-di-ri (di akses 24 Januari 2020)

Komentar